Terpesona Damar Hill Karya Bulan Nosarios

Damar Hill karya Bulan Nosarios

Novel ini direkomendasikan oleh Mbak Dhani Pratiknyo ketika akan terbit. Dalam banyak novel-novel yang direkomendasikan beliau, sebagian besar saya cocok. Kami satu selera. Jadiii, saya selalu percaya dengan rekomendasi Mbak Dhani.

Dapat rekomendasi dan ingin membelinya tidak serta merta novel ini hadir di hadapan saya. Kemudian di Instagram saya membaca ulasan dari Mbak Dian Restu Agustina dan Mbak Onie Daulat tentang novel ini. Wuuiiih... penuh testimoni positif yang membuat saya ingin segera membacanya. Saya memesan ke sebuah toko daring di Shopee atas rekomendasi penulisnya tapi stok kosong. "Kasih tau saya kalau bukunya sudah tersedia," ujar saya. Sang penjual mengiyakan.


Hari berganti hari kabar tak saya dapatkan. Begitu saya tanya, katanya baru saja stoknya habis. Dia lupa memberitahu dan saya tidak bertanya. Akhirnya saya batalkan saja sekalian karena rasanya sudah tak sabar ingin membacanya. Selain itu, karena paket dikirim ke Balikpapan dan saya ke Balikpapan tidak tiap pekan, maka ketika akan ke Balikpapan saya ingin paket-paket yang saya beli sudah sampai.

Saya pun memburu penjual lain di Shopee. Ini pertama kalinya saya membeli buku di Shopee tanpa rekomendasi siapa-siapa dan tanpa mengenal si penjual. Sebelumnya pernah tapi saya sudah kenal baik dengan penjual. Sebelum membeli saya bertanya apa bukunya ready dan ori? Dia jawab ya untuk kedua pertanyaan saya. Akhirnya saya memuat dua buku karya Bulan Nosarios ke keranjang belanja.

Walau sudah dijawab kalau bukunya Ori tapi saya belum percaya 100% sebelum memegang sendiri bukunya. Saat ke Balikpapan, saya mendapati buku tersebut. Terbungkus dengan kardus dan di dalamnya buku masih dilapisi dengan bubble wrap. Jadi surprise sendiri melihatnya. Biasanya buku yang saya beli (atau pun saya jual) dibungkus dengan kertas saja. Ini udah kardus pakai bubble wrap pula. Perlakuannya terhadap buku sangat istimewa. Mungkin saya akan berbelanja lagi di toko tersebut karena bukunya Ori. Alhamdulillah...
Bukunya dibungkus bubblewrap. Dikardusin pulak

Cerita Damar Hill dibuka dengan Nadya Sera, sang tokoh utama wanita, yang kehilangan pekerjaannya sebagai pustakawan. Setelah kehilangan pekerjaan, ia pun membawa dirinya ke satu cafe yang sangat ia suka suasananya. Tapi tempat favoritnya di café tersebut telah diisi oleh seorang pria berwajah muram. Ia pun memilih tempat duduk lain.

Pada café tersebut ada papan iklan di samping pintu kaca. Nadya memindai semua iklan yang tertempel, berharap menemukan iklan lowongan kerja, tapi ia tak menemukannya. Ia kemudian menempelkan brosur penginapan miliknya di Takengon di papan iklan tersebut. Tapi, kertas itu terjatuh dan diambil oleh pria berwajah muram yang mengambil tempat favorit Nadya di café tersebut. Terjadi perbicangan singkat antara keduanya. Tanpa Nadya sangka, brosur itu kemudian membawa pria berwajah muram yang bernama Daryl tersebut ke Takengon, kampung halaman Nadya.

Tak lagi punya pekerjaan di Jakarta dan kabar dari Takengon bahwa ayahnya ingin menjual penginapan sekaligus rumahnya yang bernama Damar Hill membuat Nadya memaksakan diri buat pulang. Kabar tentang rencana pernikahan Kemal juga mengiringi kepulangannya. Kemal bisa dibilang adalah saudaranya mereka selalu bersama-sama sejak dulu. Kemal menyebut pernikahannya sebagai kabar baik sementara Nadya merasa kepalanya mendadak sunyi saat mendengar Kemal akan menikah. Terlebih saat ia tahu siapa calon istri Kemal.

Di Takengon, beragam masalah terhampar. Tentang Damar Hill, tentang calon istri Kemal, ayahnya, juga Daryl sang pria berwajah muram yang ia temui di Jakarta dan kemudian menjadi tamu di Damar Hill serta ‘obrolan’ Nadya dengan sang ibu. Daryl dan Nadya ternyata memiliki kesamaan. Mereka menyimpan duka dan rasa bersalah berkepanjangan.

Bagaimana mungkin dua orang yang larut dalam dukanya masing-masing bisa saling menyembuhkan? (Blurb di cover belakang Damar Hill)
 
Blurb Damar Hill
***

Damar Hill adalah karya Bulan Nosarios pertama yang saya baca. Dan saya sangat sangat menyukainya. Pada diksi, alur, setting, plot, juga karakter. Di Goodreads, saya menemui satu review yang bilang kalau penulisnya membubuhkan ganja pada tiap rangkai kalimat sehingga pembaca menjadi mencandui ceritanya. Saya terpingkal sendiri membaca review singkat tersebut, dan saya menyepakatinya. Damar Hill benar-benar membuat saya ketagihan :-)
Review di goodreads

            Mengambil setting di Takengon salah satu wilayah di Aceh, sukses membuat saya ingin ke sana juga. Deskripsi indah tentang Takengon membuat saya merindu dengan udara sejuk dataran tinggi (Maklum tinggal di daerah pesisir sekarang). Apalagi tentang kopi Gayo-nya. Wah, saya ingin sekali menikmati.

            Begitu juga dengan konflik yang terjadi di sepanjang cerita. Penulis begitu piawai, menaburkan konflik di beberapa titik yang membuat pembaca penasaran apa yang terjadi. Seperti bagaimana hubungan Nadya dengan Kemal,  apa yang membuat Daryl berwajah muram, atau pun tentang ibu Nadya, di mana obrolan Nadya dengan sang ibu terasa janggal. Tak ketinggalan tentang calon istri dari Kemal, pembaca dibuat penasaran mengapa Nadya membencinya. Dan penulis begitu piawai menarik benang merah dari semua kejadian.

            Saya juga suka dengan dialog yang ‘tek tok’ Nadya dengan tokoh-tokoh di novel tersebut. Terasa chemistry-nya dan dialog-dialog itu pun terasa segar terutama perbicangan Nadya dengan Daryl juga dengan ayahnya. Walaupun saya sempat berkerut kening karena menemukan bagaimana seragamnya para tokoh itu mengimbangi Nadya bicara bahkan Pak Atoh sekali pun.

          Damar Hill ini novel yang menawarkan hal romantis tanpa ada sentuhan fisik antara tokoh-tokohnya, tapi kesan romantisnya tetap dapat. Bahkan tokoh-tokoh yang terlibat perasaan pun tak  mengumbar kata-kata penuh romansa. Walau begitu pembaca bisa merasakan bagaimana perasaan mereka kemudian terbaper-baper setelahnya.

           Sudut pandang penceritaan pun dari orang ketiga, beralih-alih dari tokoh per tokoh. Tapi perpindahan sudut pandang ini sangat halus sekali, sehingga pembaca tidak merasa terpindah-pindah secara tiba-tiba. Sudut pandang seperti ini juga membuat pembaca memahami apa isi hati dari masing-masing tokoh. Kemudian terbaper-baper (lagi). Hahaha….

Yang menarik perhatian saya lagi di Damar Hill adalah bagaimana prinsip seorang Daryl yang saya sukaa sekali. Lumayan deh itu mengobati rasa sebel saya pada tokoh Erga di karya Bulan Nosarios yang lain yang berjudul By Your Side. Saya suka sekali pada paragraf yang menggambarkan isi hati dan juga harapan Daryl.

"Dia menyadari bahwa Nadya membuatnya memiliki alasan untuk kembali kemari. Tapi dia tidak membuat janji. Dia tidak ingin menggelar harapan yang dia sendiri tidak yakin bisa terpenuhi. Jika takdir membawanya kembali, dia akan kembali, tak peduli berapa jauh dia melangkah. Tapi bukan haknya untuk menawari Nadya sesuatu yang tidak pasti. Yang bisa dia lakukan hanya berdoa. Jika itu baik, Tuhan, dekatkanlah."

Beberapa hal yang menjadi pelajaran moral juga menyisip cantik di buku ini. Seperti saat Nadya menyadari betapa tidak nyamannya membenci :

"Nadya menyentuh dadanya dengan gemetar. Mengingatnya saja membuat dadanya sesak. Aneh, dia tahu dia tidak suka perasaan itu. Perasaan membenci seseorang. Tuhan tahu bagaimana dia berusaha menjauh, melupakan, memaafkan... dan belum ada hasilnya hingga sekarang."

Begitu juga saat Ayahnya Nadya memberitahu tentang rezeki pada anaknya. Saat itu ayahnya memberitahu kalau dalam bisnis penginapan yang mereka lakoni harus memperhatikan prinsip, harga diri, dan nilai masyarakat. Penginapan mereka butuh tamu tapi tidak akan menolerir pemabuk, orang telanjang dan berbuat mesum. Kalaupun di-review jelek karena tidak mengizinkan mabuk, itu akan membentuk citra.

Kemudian Nadya berkata pada sang ayah : "Jadi kalau aku bangkrut karena hanya bisa mendapatkan sejumlah kecil tamu yang mau mengikuti standarku, Ayah akan membantu penghidupan kami, Bukan?"

Dan ayahnya menjawab. "Bukan aku yang mengatur rezekimu. Itu pekerjaan Tuhan."
Covernya mirip karena By Your Side yang saya baca cetakan kedua di tahun 2017.
Cover awal terbit April 2014 tidak begitu


Dan masiiiih banyak lagi hal menarik yang bisa ditemukan di novel Damar Hill. Saya suka sekali novel ini dan tak segan memberi bintang 5. Hahaha... seperti kebiasaan saya kala menyukai novel dari satu penulis, maka saya akan memburu karyanya yang lain. Beruntunglah saya sudah membelinya bersama Damar Hill, yang judulnya By Your Side ituuu, yang bikin saya gemes sekali dengan tokoh Erga di sana. Dan saya maklum kalau Damar Hill selangkah lebih bagus dari By Your Side karena memang ada jeda antara karya satu dan lainnya. Menulis itu terus belajar dan melakukan perbaikan di karya-karya selanjutnya, kan?

Judul                         : Damar Hill
Penulis                      : Bulan Nosarios
Penerbit                     : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku                 : 312 Halaman
Tahun Terbit               : September, 2017

14 komentar

  1. Nice review mbak. Saya jadi pingin baca, belakangan lagi suka baca novel :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiiih, Mbak. Ini bagus banget novelnya. Sesuai selera saya sih. Tapi lihat review di Goodreads sepertinya banyak yang sependapat :-)

      Hapus
  2. Takengon kukira nama Korea wkwkwk duh ternyata Aceh aku beneran ga lulus geografi :D
    baca ulasan goodreadsnya juga reviewnya mba aku jadi pengen baca hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.... di Aceh, Mbak. Saya googling Takengon dan terpesona sendiri debgan pemandangannya :-)

      Hapus
  3. Jadi pengen beli.
    Iya takengon memang bagus pemandangannya. Beda dengan area aceh lain yg dikelilingi laut...takengon justru diatas bukit dan dikelilibgi gunung serta terdapat danau. Jadi cuacanya dingim.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya googling gambar2 di Takengon dan makin mupeng ke sana mbak. Maklum pecinta dataran tinggi. Hihihi... Aceh Tengah itu ya mbak. Mungkin karena di tengah-tengah jadi ga dikelilingi laut.

      Hapus
  4. Keren review-mu Yan, seriusan jadi pengen baca sampek tuntas bukunya lho :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha... Makasiiih, Teteh... besok seniiiin, Teh. Hahaha...

      Hapus
  5. udah lama ngga baca novel :3 kangen tenggelam dalam cerita dan perasaan para tokohnya xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Saya pun... udah lamaa sekali ga tenggelam. Makanya mulai lagi nih baca2 :-)

      Hapus
  6. wah udah lama ngga baca novel dalam negeri, jadi pingin beli ah

    Terakhir beli, kapok, baru beberapa lembar kututup ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. masalah selera ya Mbak. Saya malah sukanya sama novel2 dalam negeri, tapi pilih2 juga sih :-)

      Hapus
  7. Jadi penasaran dengan novelnya plus latar Takengon-nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau satu selera bacaaan dengan saya bakalan suka nih mbak. Hehehe...

      Hapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^