Selasa, 05 Januari 2021

Menikmati Nasi Kuning Cempaka di Banjarbaru

              Lain padang, lain ilalang. Lain lubuk, lain ikannya.

Begitu kata orang untuk menggambarkan ciri khas suatu daerah. Hal itu juga berlaku di dalam dunia kuliner. Walaupun sama-sama menyandang nama nasi kuning, tapi satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia bisa berbeda.

              Contohnya saja Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Balikpapan khususnya. Walau sama-sama memakai masak habang atau kuah berwarna merah kental yang diguyur di atas nasi kuning, tapi tetap saja ada perbedaannya. Kalau di Banjar atau Kalsel, sambal habangnya cenderung manis. Sementara di Balikpapan cenderung pedas. Bahkan di Balikpapan masak habangnya lebih sering disebut Bumbu Bali.


              Baca juga : Nasi Kuning Tante Lena Balikpapan

Perbedaan paling mendasar lagi ada pada pilihan berasnya. Di Kalimantan Selatan, nasi kuning mayoritas memakai beras unus, beras khas Banjar yang teksturnya pera. Butiran nasinya tidak menggumpal dan terpisah satu dan lainnya. Sementara di Balikpapan walaupun menyandang nama nasi kuning Banjar tapi tetap memakai beras jawa yang teksturnya cendrung pulen. Maklumlah beras Banjar di Balikpapan dijual cukup mahal. Dua tahun yang lalu saja harganya 20 ribu rupiah per kg di Pasar Klandasan.


Nasi Kuning Cempaka
Nasi Kuning Cempaka di Lapangan Murjani Banjarbaru


              Kali ini saya ingin menceritakan tentang salah satu nasi kuning Banjar favorit saya dari daerah asalnya Banjarmasin yaitu nasi kuning Cempaka. Pertama mengenal nasi kuning ini dari rumah keluarga di Banjarmasin. Tiap menginap di rumah om saya, di pagi hari sudah tersedia nasi kuning berbungkus daun. Pas mencobanya, masyaAllah sungguh nikmat sekali nasi kuningnya. Memenuhi kriteria nasi kuning ideal di lidah saya. Nasi menggunakan beras unus terbaik. Dimasak pera alias karau. Masak habangnya pun enak di lidah saya. Apalagi dibungkus dengan daun pisang berlapis-lapis, membuat kelezatan nasi kuning Cempaka menjad paripurna.

Nasi Kuning berlapis daun
Sehari nasi kuning Cempaka butuh berapa banyak daun pisang ya?


              Selera masing-masing orang berbeda. Pun dengan saya dan keluarga. Saya yang penyuka nasi karau alias nasi pera menganggap nasi kuning Cempaka adalah nasi kuning paling ideal di mata saya. Tapi di lidah keluarga saya yang lain terlebih mama dan abah, nasi kuning Cempaka ini terlalu karau. Jadilah hanya saya yang mengagumi nasi kuning Cempaka dengan sebegitu fanatiknya.

Nasi kuning Banjar favorit
Nasi kuning dengan beras unus dan daging masak habang


              Sayangnya nasi kuning Cempaka ini ada di Banjarmasin. Kota yang sebenarnya jarang saya datangi. Kalau mudik ke Kalimantan Selatan, terkadang saya hanya sampai di Banjarbaru. Untunglah kalau hari minggu, di Car Free Day di lapangan Murjani Banjarbaru, ada lapak nasi kuning Cempaka. Jadi, kalau hari minggu ada di Banjarbaru, saya tak ingin melewatkan kesempatan berburu nasi kuning Cempaka.

              Seperti halnya pekan kemarin saat saya di Banjarbaru pada hari minggu. Sempat ragu juga apakah di masa pandemi ini masih ada lapak nasi Kuning Cempaka di sana. Ternyata Alhamdulillah ada. Begitu mendekat saya melihat ada tumpukan nasi berbungkus daun pisang. Ada beragam lauk yang bisa pembeli pilih. Ada telur, daging, hati, ayam, dan juga ikan haruan.

Tadinya suami nitip minta dibelikan lauk dendeng. Tapi sayangnya sedang tidak ada. Akhirnya saya membeli tiga bungkus nasi Kuning Cempaka dengan tiga lauk : haruan, daging, dan telur. Ditambah dua buah kerupuk. Total yang saya bayar 75 ribu rupiah.

Tekstur nasi kuning Banjar dengan beras unus yang pera
Tekstur nasi kuning Banjar dengan beras unus yang pera


              Begitu sudah mendapat apa yang saya inginkan, saya pun langsung pulang ke rumah kakak. Untuk bersegera menikmati sebungkus nasi kuning cempaka yang kelezatannya masih terasa paripurna di lidah saya. Untuk para wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin dan ingin menikmati nasi kuning khas Banjar, nasi kuning Cempaka bisa menjadi salah satu pilihan.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...