Rabu, 24 Agustus 2016

[Catatan Olimpiade] Momen Penting di Cabang Olahraga Bulutangkis

            Olimpiade Rio 2016 resmi sudah berakhir. Meski begitu, cerita-cerita seputar Rio masih terkenang-kenang. Belum move on kalau kata orang. Untuk Olimpiade kali ini, saya lumayan mengikuti perkembangannya terutama di cabang olahraga… emm… apalagi kalau bukan bulutangkis. Olimpiade dibuka pada tanggal 5 Agustus 2016, namun untuk pertandingan bulutangkis dimulai dari tanggal 11 Agustus hingga 20 Agustus 2016. Total 10 hari.

            10 hari ketika pertandingan bulutangkis berlangsung adalah hari-hari yang rasanya nano-nano. Manis, asam, asinnya komplit. Harap, cemas, nyesak, sedih, kecewa, bahagia, gembira, deg-degan, semuanya deh. Komplit. Inilah gelaran akbar olahraga empat tahun sekali.

Kamis, 18 Agustus 2016

[Catatan Olimpiede] Perjalanan Menuju Emas

            Lagi dan lagi, untuk ke 3 kalinya saya melepaskan kesempatan besar setelah kemarin Kejuaraan Dunia, Indonesia Open dan Asian Games hampir memenangkan pertandingan tapi selalu berakhir dengan kekalahan. Apa yang harus saya evaluasi? Hampir semua orang bilang jangan khawatir karena akan ada pertandingan lagi dan bisa meraih juara tapi apakah mereka tahu kalau kemungkinan saya sudah tidak akan bisa ikut Kejuaraan Dunia lagi karena akan diadakan 2 tahun mendatang. Kesempatan tidak datang 2x, saya setuju dengan pepatah itu tetapi saya sudah melepaskan kesempatan yang ada. Sepertinya saya harus puas dengan 3 gelar juara dunia yang pernah saya raih. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya sudah mengecewakan semua pendukung bulutangkis di Indonesia, saya berterimakasih atas dukungannya selama ini.
Curhatan Butet di IGnya
           

Senin, 15 Agustus 2016

Mengenal Khartoum hingga Kuliner Aceh di Blog Meutia Rahmah

         
Sudan. Negara itu bagi sebagian rakyat Indonesia mungkin tidak sepopuler Mesir atau Turki. Di Kalimantan Selatan malah Sudan identik dengan nama satu daerah yaitu Sungai Danau yang kerap disingkat menjadi Sudan oleh para penduduk Kalsel. Walau tidak populer, Sudah menyimpan pesonanya tersendiri seperti dari segi keilmuan, ada beberapa perguruan tinggi di Sudan yang menjadi pilihan mahasiswa dari beberapa negara di seluruh dunia untuk menimba ilmu.

            Meutia Rahmah salah satunya. Gadis asal Aceh itu menimba ilmu S2-nya di Khartoum, ibukota dari Sudan. Khartoum terletak di benua Afrika yang dijuluki Negeri dua Nil, negara tempat bertemunya sungai Nil berwarna Putih dan Biru. Lewat blognya www.meutiarahmah.com, Meutia menuturkan beberapa pilihan Universitas yang bisa diambil jika ingin kuliah di Sudan. Seperti : International University of Africa (جامعة افريقا العالمية ), Oumdurman Islamic University (جامعة ام درمان الاسلامية ), Khartoum International Institute For Arabic Language (معهد الخرطوم الدولى), University Of Holy Qur'an and Islamic Sciences (جامعة القرآن الكريم والعلوم الاسلامية)

Sabtu, 13 Agustus 2016

Kiprah Zlatan Ibrahimovic di Manchester United

            Ada hal yang menarik saat saya menghadiri acara Meet and Greet bersama Tere Liye dua pekan kemarin. Pada kesempatan itu, Tere Liye sempat menyindir salah satu klub sepakbola dari Inggris yaitu Manchester United. Ketika ada salah satu peserta yang bertanya dengan mengenakan jersey MU, Tere Liye pun langsung memberikan kesempatan kepada penanya sembari berkata, “Yang pakai jersey MU, silakan bertanya. Kasian MU kalah mulu. Kapan menangnya?” Celotehan Tere Liye ini langsung disambut tawa oleh para peserta.

 Manchester United (MU) memang mengalami penurunan prestasi. Pada musim ini, dipastikan tidak ada MU di Liga Champion, hal ini dikarenakan MU tidak berhasil finish di empat besar di akhir musim Liga Inggris. Dengan begitu, tiket untuk masuk Liga Champion pun melayang.

Kamis, 11 Agustus 2016

Olimpiade dan Minat Pada Olahraga

Olimpiade Rio 2016 masih berlangsung. Banyak berita-berita terkait penyelenggaraan Olimpiade yang mewarnai laman-laman berita beberapa hari ini. Di Indonesia, yang paling menyedot perhatian adalah diraihnya dua medali perak oleh dua lifter Indonesia di cabang angkat besi. Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan bak pahlawan bagi bangsa ini. Walau mereka belum berhasil merebut emas, tapi raihan medali perak pun sudah membuat bangsa ini berbangga pada mereka berdua.

Angkat besi adalah cabang yang memang selalu menyumbangkan medali sejak Olimpiade di tahun 2000. Bahkan di tahun 2012 kemarin, angkat besi seperti menyelamatkan wajah Indonesia karena menyumbangkan medali di saat cabang olahraga andalan yaitu bulutangkis tidak bisa menyumbangkan medali satu pun. Kita berharap prestasi buruk di tahun 2012 tidak terjadi lagi di tahun 2016 ini. Berharap bulutangkis bisa mendulang banyak medali.

Walau rutin menyumbangkan medali, angkat besi kurang populer dari olahraga tepuk bulu itu. Saya yang menyaksikan beberapa pertandingan pun dibuat bengong karena tidak paham aturan pertandingan. Mengapa ada atlet yang dipanggil duluan untuk mengangkat beban dan bebannya lebih ringan? Mengapa ada atlet yang dipanggil belakangan dan bebannya lebih berat? Bukankah itu justru menguntungkan atlet yang dipanggil belakangan? Karena tentu saja kemenangan akan diraih oleh mereka yang berhasil mengangkat beban paling besar.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...