Senin, 22 Mei 2017

Mengulik Kebiasaan Saat Ramadan

            Manusia diciptakan aneka rupa oleh Tuhan. Tidak ada manusia yang sama persis bahkan kembar sekali pun. Apalagi kalau sudah menyangkut tentang kebiasaan. Antara yang satu dengan yang lain bisa saling berbeda. Jangankan tentang partai politik, urusan makan bubur aja bisa beda. Ada yang makan bubur diaduk, ada yang enggak pakai diaduk. Kamu tim mana?

            Saya tim makan bubur tanpa diaduk. Saat menyendok bubur, maka sendok juga sebagian akan menyendok bahan-bahan tambahan pada bubur, seperti kuah, bawang goreng, ayam suwir, dan kerupuk. Kemudian dikunyah perlahan. Seterusnya begitu, hingga suapan terakhir. Perkara nanti di perut juga tercampur dan ngapain repot-repot tidak diaduk, itu biarlah menjadi urusan perut. Yang penting buat mata, lidah, dan tangan, tanpa diaduk adalah cara paling kece.

Minggu, 21 Mei 2017

Merencanakan Liburan dengan Mudah

Kenangan itu muncul begitu saja. Saat membuka memories di facebook, saya menemukan foto-foto beberapa tahun yang lalu kala berkunjung ke Singapura. Bisa ke Singapura di bulan Mei 2011 saat itu sungguh tak terbayangkan oleh saya. Bagaimana tidak, saya hanya seorang gadis kampung yang jarang sekali berpiknik atau sekadar jalan-jalan. Kemudian, ada sebuah hadiah yang membuat saya bisa menjejak Pulau Tumasik. Negeri maju yang sebenarnya sangat dekat dengan negara kita. 
Singapura. Capture dari film Merry Riana

        Menjejak Singapura bukan hanya tentang saya bisa jalan-jalan di luar negeri. Tapi lebih dari itu saya ingin memaknai lebih sebuah perjalanan, tentang saya yang bisa menikmati hamparan ciptaanNya di luar negara, bisa melihat keteraturan sebuah negeri, beragam arsitektur bangunan, dan orang-orang yang melangkah dengan bergegas seperti tak ingin melewatkan waktu dengan sia-sia.

Selasa, 16 Mei 2017

Tentang 'Neina dan Matematika'


LDR itu berat. Sangat. Jika tidak dalam kondisi atau tidak ditakdirkan demikian, jangan pernah berangan-angan untuk melakukan LDR dengan pasangan. 

Sekalipun LDR yang saya lakoni bersifat kadang-kadang, tapi tetap saja ada situasi di mana semua terasa berat. 

"Sibukkan diri aja. Tulis satu cerpen satu hari. Bagaimana?" Tawar suami saat itu. Saya menyanggupi. Maka, beberapa cerpen saya tulis dalam kurun waktu itu. Menyetorkan ke suami setiap hari, indera ditajamkan untuk menangkap ide. Itu.... dulu. Sekarang... banyak malasnya. Hahaha....

Senin, 08 Mei 2017

Ahmad dan Domba Kecilnya

Setiap Islamic Book Fair tiba ada satu yang paling saya nanti, yaitu pengumuman buku-buku terbaik terutama untuk kategori fiksi anak terbaik dan fiksi dewasa terbaik. Dan tahun ini untuk fiksi anak terbaik diberikan kepada buku karya Wikan Satriati berjudul Ahmad dan Domba Kecilnya. Sementara Fiksi Dewasa terbaik diberikan kepada buku Tentang Kamu karya Tere Liye.
Fiksi Anak Terbaik IBF 2017
Ahmad dan Domba Kecilnya
Fiksi Anak Terbaik IBF 2017

Mendapati pengumuman tersebut saya merasa lega. Lega karena kedua buku itu sudah saya punya yang artinya saya tak perlu merogoh saku untuk membeli dua buku terbaik tersebut. Maklum saja, saya suka dibuat penasaran jika ada buku yang dianugerahi award seperti itu.

Jumat, 05 Mei 2017

Petualangan Kuliner di Banjarbaru

Banjarbaru, selalu menempati tempat spesial di hati. Salah satu kotamadya yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan itu adalah kota di mana saya pernah tinggal selama 4 tahun. Belajar banyak hal, memperjuangkan banyak kesempatan. Jadinya ketika kembali ke kota itu, selalu ada kenangan demi kenangan yang nenyusup manis ke dalam pikiran. Dan saya selalu suka kembali ke kota itu. 
Banjarbaru dari udara
Banjarbaru

Seperti halnya saat dua pekan kemarin. Sebenarnya ada dua acara yang harus keluarga saya hadiri di Banjarmasin. Tapi tentunya kami mampir dulu di Banjarbaru dan semuanya bersepakat untuk menginap semalam di Banjarbaru dari yang direncanakan sebelumnya dua malam di Banjarmasin. Kesempatan itu, walau sekejap di Banjarbaru, saya dan keluarga gunakan untuk melakukan petualangan kuliner.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...