Jumat, 13 Januari 2017

Resolusi Belanja 2017

            Bulan pertama di 2017 sudah melampaui sepertiga bagian, dan saya baru menyusun resolusi untuk tahun ini. ‘Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali’, kan?

            Kali ini saya akan menulis tentang hal-hal yang ingin saya lakukan di 2017 terkait belanja. Kenapa belanja? Bukan mengatur keuangan? Karena saya doyannya belanja, dan belanja tentu saja sangat mempengaruhi pengaturan keuangan karena sebagian besar uang bisa habis karena dibelanjakan. Jadi, perlu diatur sedemikian rupa. Jika uang belanja berlebih, sisanya bisa buat ditabung.

Rabu, 11 Januari 2017

Menaklukkan Kepiting


          Tinggal di daerah pesisir laut menjadikan pasar bergelimang dengan hasil laut. Udang, cumi, aneka ikan laut, dan juga kepiting. Saya pun jadi tahu aneka ikan laut dari kakap, trakulu, kerapu, dan masih banyak lagi. Walau tak mengenali satu-satu dan harus bertanya dulu ikan apa itu. Karena pernah kejadian ada ikan dibilang kakap hitam ternyata mujair. Wkwkwk….

            Kondisi ikan yang penuh dengan hasil laut itu tentu berbeda dengan saya yang dulunya tinggal di kaki pegunungan Meratus dan ada sungai yang mengalir membelah kota. Di kawasan saya tinggal dulu, ikan haruan (gabus) yang menguasai pasar. Begitu juga dengan lauk pendamping nasi kuning. Di mana-mana ada haruan… Kalau di tempat sekarang saya tinggal, maka ikan seperti kakap, tongkol, trakulu yang menjadi primadona.

Selasa, 03 Januari 2017

Karya Pertama di 2017

            Alhamdulillah, tepat di tanggal 1 Januari 2017 kemarin, ada resensi saya yang dimuat di Tribun Kaltim. Resensi untuk buku Teman Baru Jung Yun yang ditulis oleh Ungu Lianza dan diterbitkan oleh Lintang Indiva. Ini karya pembuka di 2017, semoga diiringi karya-karya lainnya. Aamiin…

            Sebenarnya selepas membaca Teman Baru Jung Yun ini saya agak ngedumel dengan tokohnya yang Fahri banget. Itu loh Fahri di Ayat-ayat Cinta yang sempurna sekali. Alim iya, pintar iya, baik hati juga. Intinya segala kesempurnaan ada padanya. Hal ini kemudian saya sampaikan ke teman-teman. Dan tanggapan teman-teman cukup membuat saya terpana.
Teman Baru Jung Yun

Jumat, 30 Desember 2016

Menelusuri Sungai Kehidupan Sri Ningsih dalam Novel Tentang Kamu


“Ada banyak hal-hal hebat yang tampil sederhana. Bahkan sejatinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya.” (Hal 257)

Di balik pribadi seseorang yang sederhana dan bersahaja, bisa jadi tersimpan kisah hidup yang luar biasa juga kekayaan yang mencengangkan. Seperti yang ada pada seorang wanita penghuni panti Jompo di Paris yang bernama Sri Ningsih, tokoh dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Saat Sri Ningsih wafat, sebuah kantor firma hukum di Inggris mendapatkan tugas baru untuk menyelesaikan amanat Sri Ningsih yaitu mengurus harta warisannya.

Ada satu hal yang membuat karyawan di firma hukum yang mengurus tentang harta warisan tercengang yaitu kekayaan yang diwariskan Sri Ningsih bukan hanya seratus atau dua ratus juta. Tapi mencapai angka 19 triliun rupiah. Sebuah tanda tanya besar pun muncul, mengapa seorang penghuni panti jompo bisa memiliki kekayaan sebesar itu? Dan siapa ahli warisnya? Karena tak ada catatan sama sekali ia memiliki keluarga.

Kamis, 29 Desember 2016

Jejak Pena di 2016

            2016 menyisakan beberapa hari lagi. Seperti yang lazim dilakukan orang-orang untuk mengumpulkan jejak-jejak kejadian selama satu tahun di akhir tahun, saya pun tak ingin ketinggalan :p Mencoba mengumpulkan jejak-jejak pena di tahun ini. Sebagai evaluasi, juga motivasi untuk tahun yang akan datang.

            Layaknya dua tahun yang lalu, cerita anak dan resensi masih mendominasi dalam tulisan-tulisan saya yang diterbitkan media. Tahun sekarang pun begitu. Tercatat ada tujuh cerpen saya yang dimuat di Majalah Bobo.  Tadinya saya pikir jumlahnya hanya lima, begitu saya hitung lagi ternyata ada tujuh. Saya sendiri merasa kaget dengan jumlah tersebut karena merasa tahun ini mengalami paceklik karya di Bobo. Mungkin karena disebabkan karya saya yang terbit kebanyakan di awal tahun dan ada jeda yang lumayan panjang sampai karya penutup di tahun ini yaitu Wangi di Kamar Aggi.
Cerpen di Bobo di 2016
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...